soe hok gie, kta kata soe hok gie
Kata-Kata

Kata Kata Soe Hok Gie

Berkata.net – Bagi saya pribadi, Soe Hok Gie adalah sosok yang sangat inspiratif, bukan hanya tentang pemikiran dan kritisinya, melainkan bagaimana cara ia hidup dan belajar. Melalui kata kata atau quotes Soe Hok Gie ini kita dapat belajar tentang nilai-nilai kehidupan.

Semasa saya duduk di semester 3, rasanya sangat sering sekali mendiskusikan tentang Soe Hok Gie bersama kawan.

Dan pada masa itu kami memliki quotes favorit masing-masing dari Soe Hok Gie, seperti;

Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.

Maklum saja, tidak sedikit mahasiswa yang munafik, barangkali termasuk saya, selain menjadi hiburan kata kata ini menjadi pengingat dan nasehat juga.

Profil dan Biografi Singkat Soe Hok Gie

Nama Lengkap

Soe Hok Gie

Dikenal

Gie

Tempat Lahir
Jakarta
Tanggal Lahir
Kamis, 17 Desember 1942
Zodiak
Sagittarius
Warga Negara
Indonesia

Untuk mengetahui Soe Hok Gie dengan mudah, kalian bisa menonton sebuah film yang menceritakan perjalan hidup beliau.

Dengan menonton film tersebut kalina akan mendapatkan gambaran tentang siapa dia sebenarnya.

Buku Bibliografi Karya Soe Hok Gie

Selain menjadi seorang penikmat film, Soe Hok Gie waktu itu juga akatif menulis dalam beberapa surat kabar.

Tulisan-tulisannya pada umumnya mengkritisi tenang pemerintahan waktu itu, pemerintahan orde lama di bawah pimpinan Ir.Soekarno.

Sedangkan untuk karya, terdapat beberapa bibliografi yang ditulisnya, seperti;

  1. Soe, Hok Gie (1983), Catatan Seorang Demonstran, Jakarta: Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.
  2. Soe, Hok Gie (1990), Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang, 1917–1920, Jakarta: Frantz Fanon Foundation.
  3. Soe, Hok Gie (1995), Zaman Peralihan, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
  4. Soe, Hok Gie (1997), Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun 1948, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya [source]

Kata Kata Mutiara Soe Hok Gie

kata kata soe hok gie
Kata mutiara Soe Hok Gie oleh berkata.net

1. Guru Bukan Dewa

Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.

Lewat quotes di atas, kita dapat melihat seperti apa seorang So Hok Gie, ia berani mengkritisi gurunya.

Pada kala itu memang seorang murid tidak jarang dianggap seperti kerbau, dan guru dianggap mutlak kebenarnya.

Hampir tidak ada ruang diskusi di antara guru dan murid sepeprti saat, sebab mungkin guru memliki ketakuatan pada waktu itu.

kata kata ini hingga saat ini begitu populer, terutama dikalangan pelajar dan mahasiswa, yang membutuhkan kebebasan akademik.

Namun jangan salah Soe hok Gie adalah sosok yang sangat cerdas, hal itu terlihat dari berbagai kritik yang ia lontarkan.

Ada banyak yang kita dapat pelajari dari kata kata ini, salah satuya tentang keberanian untuk mengkritisi dan berargumen, namun tentu saja bukan argumen tanpa dasar.

2. Dunia Itu Seluas Langkah Kaki

Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.

Tidak heran jika Soe Hok Gie dikenal sebagai pendaki gunung, lewat kata kata di atas kita dapat melihat cara pandang dia tentang bagaimana hidup.

Saya rasa memang benar kita harus berani untuk melangkahkan kaki dan bertualang, memperluas wawasan dan memperbanyak pengalaman.

Dengan demikian kita akan menjadi manusia yang bijak, memiliki berbagai kacamata sudut pandang.

Tidak akam mudah men-judge orang lain, tidak akan mudah menyimpulkan, ia akan lebih baik diam dan merenung terlebih dahulu sebelum berbicara.

3. Menjadi Apatis atau Mengikuti Arus

Hanya ada dua pilihan: menjadi apatis atau mengikuti arus. Tapi, aku memilih untuk jadi manusia merdeka.

Melalui kata kata apatis mengikuti arus ini Soe Hok Gie memberikan gambaran msyarakat waktu itu, terutama mahasiswa dan pemuda terhadap pemerintahan dan lingkungan.

Bahkan apabila kita perhatikan, kata kata ini rasanya masih relevan dengan mahasiswa dan pemuda saat ini.

Tidak sedikit orang yang apatis, tidak peduli dan terseret arus pergaulan. Mereka tidak dapat menentukan pilihan dan nasib sendiri.

Menjadi seorang yang merdeka itu berat, tidaklah mudah, harus memiliki mental. Meski sebetulnya secara naluriah, manusia memiliki keinginan merdeka, melakukan apapu sesuai pemikiran sendiri.

4. Politik

Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.

Sangat jelas terlihat bagaimana pandangan Soe Hok Gie melalui kata kata di atas, ia menyebut bahwa politik adalah sesuatu yang kotor bagaikan lumpur.

Akan tetapi ia juga mengungkapkan jika suatu saat memang tidaklah bisa dihindari lagi, maka tidak ada pilihan lain.

Hari ini kita melihat politik yang sama, dimana saat Gie masih hidup, yaitu kotor bagaikan lumpur. Para elit politik sudah tidak segan lagi rasanya memperlihatkan kebodohan mereka di publik.

Negara dan rakyat yang pada akhirnya harus manggunng beban berat akibat tindakan kotor mereka.

Lantas yang salah itu sistemnya atau orang-orangnya? Barangkali masyarakatlah yang pada akhirnya disalahkan.

5. Tidak Lagi Bisa Menangis

Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.

Kebanyakan orang menangis karena sedih, akan tetapi Soe Hok Gie tidak demikian, ia menangis marah dengan keadaan waktu itu.

Kemarahan itu ditujukan ke pada para petinggi negara, politikus, dan secara umum ke pada negara.

Waktu itu kemiskinan meraja lela, masyarakat menjadi korban, banyak orang yang tidak bisa makan.

6. Kebenaran

Kebenaran cuma ada di langit dan dunia hanyalah palsu, palsu.

Soe Hok Gie melihat kebenaran itu hanya ada di langit, apa artinya itu? Kebenaran hanya milik tuhan, sedangkan kebenran yang ada di dunia palsu.

Apakah kalian memiliki pendapat yang sama?

Semua orang tentu boleh berpendapat mengenai kebenaran ini, akan tetapi yang pasti hati kita lebih tahu mana yang benar dan salah.

7. Ransel & Api Unggun

Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara aku terima ini semua melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu.

Soe Hok Gie adalah seorang pendaki gunung, pencipta alam dan mahasiswa, lewat quotes atau kata kata ini ia menunjukan kepada kita semua bahawa ia adalah seorang petualang dan pemikir.

Tidak jarang ketika Gie sedang penat dengan berbagai hal, ia pergi mendaki untuk mencari ketenangan.

Bagi Gie gunung adalah ibu ke duanya, tempat berkeluh kesah, tempat ia merenung ketika arah sedang tak menentu.

8. Tanda Tanya

Hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya.

Tanda tanya itu adalah masa depan, semua orang tidak ada yang tahu masa depan kita akan seperti apa dan bagaimana.

Langkah yang harus diambil ialah berani menjalani kehidupan itu sendiri untuk menemukan berbagai jawaban dari tanda tanya.

Sebab jika tidak menjalani kehidupan dengan baik, artinya kita tidak akan menemukan berbagai jawaban dari berbagai tanda tanya. Untuk itu melangkahlah dengan berani, agar tanda tanya itu kita temukan jawabannya.

9. Katanya Demokrasi

Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

Indonesi adalah salah satu negara demokrasi terbesar di Indonesia. Demokrasi adalah sebuah sistem yang menganut kebersamaan dan kebebasan.

Dari dulu hingga sekarang, demokrasi barangkali hanya nama saja, sebab pada kenyataannya orang yang berani dan lantang menentang pemerintah ia dibungkam segera.

Rasanya sudah banyak kasus, tidak perlu contoh lagi, dari jaman Soe Hok Gie hingga sekarang masih sama demikian.

10. Idealisme dan Heroesme

Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi.

Korupsi makin merajalela, ganti pemerintahan, korupsi dan sekandal semakin menjadi-jadi. Penyakit negeri ini barangkali sudah sangat akut.

Tepat rasanya dika kita mebenarkan kata kata Hok Gie di atas, hal ini karena tidak adanya keberanian, redupnya idelaisma dan heroisme para pemuda.

Saya rasa saat ini lebih banyak pemuda yang apatis, dibandingkan dengan mereka yang peduli dan memiliki idealiasme, mungkin termasuk aku, kamu dan kita.

11. Mendiamkan Kesalahan adalah Kejahatan

Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

Soe Hok Gie terkenal sebagai seorang demonstrasi yang ulung, bukan tanpa sebab dan alasan ia melakukan hal itu, mengingat pemerintahan waktu itu memang sedang kacau.

Orde lama mulai kacau saat Ir Soekarno, presiden waktu itu mengalami berbagai kendala, salah satunya adalah kesehatan, dan juga banyak kebijakan-kebijakan yang dirasa merugikan Indonesia.

Soe Hok Gie yang saat itu masih menjadi mahasiswa melakukan demonstrasi untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.

12. Cinta dan Keindahan

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan.

Walaupun terkenal seorang demonstrasi dan pemikir yang ulung, Soe Hok Gie memiliki cinta sama seperti kita, hal ini terliha dari kata kata di atas.

Pada suatu ketika ia berbica tentang cinta dan keindahan kepada seseorang, tentu saja kepada orang yang ia cintai.

13. Tidak Ada Rasa Benci

Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian.

Manusia seharusnya demikian, tidak memiliki rasa benci kepada siapapun, sebab benci adalah penyakit yang ada dalam jiwa.

Saat benci tidak lagi bersemayam di dalam jiwa, maka ia hanya akan menyisakan cinta dan kasih sayang.

14. Mencari Nilai Nilai Baru

Bagi pemuda umumnya, revolusi berarti tantangan untuk mencari nilai-nilai baru

Soe Hok Gie memandang pemuda yang melakukan revolusi karena ingin mencari nilai nilai baru, hal ini terlihat dari kata kata di atas.

Apakah pemuda saat ini masih demikian?

Saya rasa hanya sebagian kecil saja yang masih memiliki idealisme, dan keinginan untuk mambangun negeri ini.

15. CIntamu dan Cintaku

Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta.

Cinta itu memang tidak bisa kita terka, sulit sekali, terkadang ada yang saling mencintai, namun mereka saling diam dan memendam rasa.

16. Pengecut

Orang yang berani karena bersenjata adalah pengecut.

Ini adalah sebuah kata kata yang pas ditunjukan kepada aparat yang bertindak refresif kemada pendemo.

Tidak jarang kita menyaksikan, pendemo menjadi korban aparat-aparat yang tidak bertanggung jawab

17. Tidak Pernah Menanamkan Apa Apa

Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak’kan pernah kehilangan apa-apa.

Jika kita tidak pernah menanam apa apa, maka jangan khawatirkan tentang kehilangan, sebab orang yang tidak pernah menanam, tidak akan merasakan juga kehilangan.

Kehilangan hanya dapat dirasakan oleh mereka yang pernah menanamkan, baik itu dulu ataupun saat ini.

18. Saling Menerima

Dan aku terima kau dalam keberadaanmu seperti kau terima daku.

Cinta yang sempurna adalah cinta yang mampu saling menerima, seperti halnya kata kata Soe Hok Gie di atas.

Penerimaan adalah tingkatan paling tinggi dalam menjalin sebuah hubungan, artinya mereka sudah tidak memikirkan apapun lagi.

19. Dunia yang Aneh

Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin karena itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan.

Terkadang kita melihat dunia ini sedikit aneh dan lucu, bukan karena dunianya, tapi karena para penghuninya barangkali.

Tapi hampir semua orang suka dengan di dunia, betah dengan kehidupannya, terlebih jika memiliki segalanya.

20. Revolusi

Revolusi akan gagal jika tidak diadakan perubahan radikal.

Revolusi adalah sebuah kata perubahan, dan akan berhasil apabila perubahan dibuat dengan radikal, artinya mendasar.

Sebab apabila perubahannya tidak radikal, percuma barangkali, sebab akan ada sisa sisa lalu yang mempengaruhinya.

21. Tentang Sejarah

Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?

Kita melihat sejarah itu dominan dengan peperangan dan penjajahan, kemudian lewat kata kata di atas Gie mempertanyakan banyak hal. Diantaranya, sejarah akankah ada apabila tidak ada kekerasan dan pemerasan?

Orang bijak berujar, sejarah itu selalu dibuat dan dituliskan oleh pemenang, rasanya tidak akan ada sejarah jika tanpa konflik apapun.

22. Keberanian Hidup

Karena aku cinta pada keberanian hidup.

Soe Hok Gie terkenal sebagai pemuda idealis yang berani, ia tidak segan mengkritik dosen, kampus, bahkan kebijakan-kebijakan pemerintah.

Ia adalah seorang yang sangat berani dalam segala hal, hampir tidak takut dengan apapun, termasuk kekuasaan pada waktu itu.

Bagaimana dengan pemuda saat ini?

Gie adalah sosok yang seharusnya ditiru oleh para pemuda hari ini, tentang idealisme, pemikiran serta keberaniannya.

23. Seperti Dahulu

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat.

Ini mungkin tentang kisah cinta Soe Hok Gie dan kerinduannya ke pada sang kekasih, saat ia menjalin hubungan dengan mesra.

Hampir setiap orang barangkali akan rindu dengan kenangan kenangan indah yang pernah ia lewati.

Penutup

Tentu banyak hal yang dapat kita ambil dari kata kata atau quotes Soe Hok di atas, terutama tentang pandangan-padangannya akan kehidupan dan politik saat itu.

Semoga tulisan yang singkat ini menjadi pengetahuan, hiburan, serta bacaan yang manfaat bagi banyak orang.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *