peribahasa atau pepatah suku bugis adalah kata kata bijak orang dulu
Peribahasa

Peribahasa & Pepatah Bugis

Tulisan ini menyajikan 15 pepatah dan peribahasa Bugis yang merupakan pilihan, dapat dijadikan sebagai nasehat dan pengingat untuk kita semua.


Berkata.net – Di Indonesia ada salah satu suku yang disebut dengan suku Bugis. Suku ini terkenal karena kuatnya dalam mempertahankan harga diri.

Hal ini dibuktikan dengan siapapun yang melakukan kesalahan, maka ia akan ditindak lanjuti dengan tegas, meskipun ia adalah keluarganya sendiri.

Suku ini memiliki kebudayaan yang unik, terutama dalam bidang sastra. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya peribahasa dan pepatah Bugis yang sangat terkenal serta memiliki arti yang mendalam. Mungkin bagi Anda yang bukan berasal dari suku Bugis tidak paham dengan pepatah ini.

Untuk itu, kali ini akan dibahas secara lengkap dan mendalam mengenai pepatah suku Bugis.

Mau tahu apa saja pepatahnya, yuk langsung saja simak kumpulan pepatah Bugis yang ada di bawah ini.

Kumpulan Peribahasa & Pepatah Bugis Beserta Artinya

Pepatah bugis merupakan peribahasa turun temurun dari nenek moyang
Pepatah dan peribahasa Bugis oleh berkata.net

1. Dapat Diukur Setelah Dilakukan

Iyyapa narisseng mukkurui sewwae jama-jamang narekko purani rilaloi.

Terjemahan dari pepatah bijak ini adalah baru dapat diketahui kedalaman dan luasnya suatu sungai kalau kita arungi/sebrangi.

Lebih gampangnya pepatah yang satu memiliki arti, sulit tidaknya suatu pekerjaan maupun usaha yang baru dilakukan akan diketahui setelah kita mengerjakannya.

Pepatah ini mengajarkan bahwa manusia tidak boleh mengatakan sulit terlebih dahulu pada sesuatu sebelum mengerjakannya. Sebab, apa yang terlihat sulit belum tentu sulit. Sama halnya dengan apa yang terlihat mudah belum tentu mudah.

Sulit dan mudahnya sesuatu akan diketahui saat Anda sudah mengerjakannya sendiri. Sebab, tingkat kesulitan dan kemudahan setiap orang itu memiliki kapasitas yang berbeda-beda.

2. Kiat Dalam Merantau

Petuah toriolo yakni, “Tellui somerena lino: “lempuu, getteng, ada tongeng na appasikua. Narimakkuannanato aaja’ laalomusaala panguju, aja’to mutettangngi sepanjangmu, aja’laalo mucapa-capi pappasekku, nasaba’ anu maddupa tu matti.”

Terjemahan dari pepatah ini adalah ada tiga buah hal yang menjadi kiat utama ketika merantau yakni:

  • Kejujuran
  • Keteguhan hati
  • Tutur kata yang benar
  • Keikhlasan dalam menerima yang ada.

Karena itulah, sebagai seorang manusia jangan sampai Anda salah melangkah dan membuat rencana. Pastikan bahwa Anda selalu solat lima waktu.

Selain itu, Anda juga tidak boleh menganggap remeh petuah ini. mengapa? Karena isi atau kandungan dari petuah ini berisikan kebenaran yang memang nyata adanya.

3. Kriteria Pemimpin

Lontara Attoriolang

Lontara Attoriolang adalah sebuah kriteria yang harus dimiliki oleh para pemimpin, hal ini menjadi keharusan bagi Suku Bugis. Adapun diantaranya sebagai berikut:

  1. Maccai na malempu: cakap, jujur dan pintar
  2. Paulle watakkalepi: sehat jasmani dan rohani
  3. Waranipi namagetteng: berani, teguh pendirian dan tegas
  4. Ke’nawa nawapi: memiliki visi dan misi, pandangan serta pikiran yang cemerlang
  5. Nasiri’l alena, nasiri toi adanna rupatu: menjaga harkat dan martabat, saling menghormati martabat orang lain.
  6. Naetau masiripi dewata sewwae: bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa.

Apabila para pemimpin di negeri ini memiliki kriteria di atas, saya yakin akan menjadi negeri yang makmur dan berkah.

Kriteria di atas seharusnya dijadikan acuan dalam memilih pemimpin secara nyata, meskipun pemillihan di negeri kita dilakukan secara demokrasi.

Tapi tentu tidak ada yang salah, bahkan sangat baik, sebab kriteria pemimpin di atas sejalan dengan kriteria pemimpin bangsa menurut ahli.

4. Ingatan yang Panjang

Ritomainge’e eppa’ masero madecceng : mula mulanna namaiseiwi topurae mamaseiwi, maduanna tenri ellauwi nabbere, temmattajeng pamale’, matellunna tulung ngengngi sukara’na taue risingangka-gangkanna pattulung, maeppa’na mappangaja’ lettu’ riperu’e

Peribahasa atau pepatah Bugis ini memiliki arti barang siapa orang yang memiliki ingatan yang panjang, maka ia memiliki empat hal kebaikan:

  1. Orang yang selalu mengasihani orang yang pernah mengasihaninya.
  2. Selalu memberi tanpa harus diminta serta tidak mengharapkan balasan.
  3. Orang yang suka menolong dengan tulus.
  4. Orang yang selalu memberikan nasihat dengan tulus.

Pepatah yang diucapkan dengan kata kata Bugis ini seharunya menjadi nasehat, sebab akan membawa kebaikan dan keberkahan dalam hidup.

Masyarakat Sunda juga sangat familiar dengan hal ini, maka tidaklah heran jika ada peribahasa atau pepatah dalam bahasa Sunda yang memiliki arti demikian.

Semoga dengan kita melakukan empat kebaikan di atas, hidup kita semakin dimudahkan oleh Sang Kuasa.

5. Jangan Pernah Mau Didahului

Aja mumae’lo nabe’tta taue’ makkalla ‘ ricappa’na lete’ngnge.

Pepatah Bugis ini memiliki arti, janganlah engkau mahu didahului orang yang menginjakkan kaki di hujung titian.

Maksudnya adalah jangan pernah kamu mau didahului oleh orang lain dalam hal mengambil rezeki.

Pepatah ini mengajarkan manusia untuk bekerja keras dalam hal mendapatkan rezeki. Jangan sampai yang seharusnya menjadi rezeki Anda menjadi rezeki orang lain karena Anda tidak mau mengambilnya.

6. Hasil Kebaikan

Limai uwangenna riallolongengi deceng, seuwani pakatunai alemu risilasannae, maduanna saroko maserisilasannae, matellunna makkareso patujue, maeppa’na moloie roppo roppo narawe’, malimanna molae laleng namatike’ nappa sanre’ ri Allah SWT.

Peribahasa Bugis ini memiliki arti bahwa lima buah sifat yang dimiliki oleh manusia itu dihasilkan oleh kebaikan.

Pertama adalah selalu merendahkan diri kepada orang lain, mencari teman atau sahabat sebanyak-banyaknya selalu bekerja dengan baik dan berbuat benar, selalu kembali jika menghadapi rintangan, dan yang kelima adalah di dalam melaksanakan setiap perjalanan pastikan selalu berserah diri kepada Allah SWT.

7. Kebenaran Ibarat Tiang Rumah

Naiya accae ripatoppoki jekko, aggati aliri, narekko teyai maredduk, mapoloi.

Arti dari pepatah ini adalah kepandaian yang disertai dengan kecurangan diibaratkan seperti tiang rumah. Dimakan kau dicabut naka rumah tersebut akan hancur.

Perlu Anda tahu bahwa di Bugis, semua tiang rumah digabungkan antara satu tiang dengan lainnya dengan menggunakan pasak.

Jika pasak ini sampai bengkong, maka tiang tersebut akan sulit untuk masuk ke lubang tiang. Apabila tiang tersebut dipaksakan, maka ia akan patah.

Pepatah Bugis ini mengajarkan manusia untuk jujur. Sebab, dengan kejujuran akan mendatangkan ilmu yang lebih berkah.

Sedangkan ketidakjujuran ilmu yang didapatkan menjadi tidak berkah dan bahkan membawa mala petaka.

8. Antara Hasrat dan Kemampuan

Agana ugaukengngi, pakkadang teppadapi, nabuwa macenning.

Arti pepatah Bugis ini adalah hasrat hatiku menggelora untuk memilikinya, tapi kemampuanku sangat terbatas.

Maksudnya adalah seseorang yang memiliki rasa cinta yang besar namun tidak bisa memiliki karena kemampuannya yang terbatas.

Hal ini tentu saja banyak terjadi, dan barangkali diantara kalian ada yang mengalaminya, entah cintanya terhalang karena jarak, status, penampilan ataupun harta.

9. Jodoh Akan Mendekat

Mau luttu maasuwaja, tatteppa rewemuwa tosiputoto-e.

Artinya adalah walaupun pergi jauh kemanapun, yang namanya jodoh pasti akan mendekat dan kembali.

Jodoh itu telah ada garisnya dari sana, tudas manusia itu hanyalah beriktiar, maka untuk itu janganlah pernah khawatir tidak mendapatkan jodoh.

Semua orang yang Allah ciptakan, sudah pasti diberikan jodoh. tapi bukan berarti kita berdiam diri dan hanya menunggu saja.

10. Tidak Ada Penghalang

Iyyaro mai melleku; tebbulu te’ttanete; lappa manengmua.

Arti pepatah Bugis ini adalah tak ada hal yang bisa menghalangi kasih sayangku padamu. kata kata dalam Bahasa Bugis di atas menunjukan keyakinan dan tekad yang sangat lgi kuat.

Sebuah kasing sayang dapat ditunjukan dengan berbagai macam bentuk, salah satunya melalu perhatian.

kasih sayang adalah kekuatan yang tidak ada batasnya, semua orang membutuhkan ini dalam kehidupannya.

11. Membangun Hubungan Baik

Melleki tapada melle; tapada mamminanga; tasiyallabuang.

Artinya adalah marilah kita menjalin suatu hubungan yang lebih baik agar cita-cita yang diinginkan bisa menjadi kenyataan.

Hubungan yang baik adalah modal dan kunci utama dalam menciptakan sebuah kesuksesan, baik itu kesuksesan pribadi ataupun bersama.

Maka dari itu, hendaknya kita membangun hubungan baik dengan siapapun, tanpa melihat latar belakanya.

12. Kasih Sayang yang Tidak Tulus

Teyawa naparampaki; teddung makape-kape; tenna pacinaongi

Pepatah ini memiliki arti yang mana saya tidak akan memberikan kasih sayang yang tulus kepada orang yang tidak bertanggung jawab.

Kita semua akan setuju rasanya bila menyimpulkan bahwa orang yang tidak bertanggung jawab itu menyebalkan.

Orang-orang yang demikian itu tidak layak untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus dari siapapun.

13. Bertemu Pandang

Duppa mata ninitokko; ennau mata-tokko; ajak murikapang.

Arti dari pepatah ini adalah apabila kita saling bertemu pandang, maka sebisa mungkin untuk berusaha menghilangkan kesan yang saling mencurigakan.

Dalam sebuah hubungan, baik itu pertemanan ataupun asmara, timbulnya kecurigakan merupakan hal yang kurang baik, dapat menimbulkan kerusakan dan perpecahan.

Baiknya memang meminimalisir kecurigaan dengan tetap berbaik sangka kepada siapapun. Dengan demikian dapat dipastikan akan lebih baik dalam menjalani hubungan tersebut.

14. Pulau Idaman

Laoko kuturutokko, kupabokongitokko; nyameng kininnawa

Arti dari pepatah Bugis ini adalah aku mengantarkanmu ke pulau idaman dengan sepenuh jiwa dan ragaku.

Cinta barangkali akan membuat diri kita rela untuk melakukan apapun, memang demikianlah cinta itu bekerja.

Cinta yang tulus akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan, sedangkan cinta palsu hanya akan mengantarkan kita kepada kesengsaraan.

15. Akan Selalu Dikenal

Sipongemmu kupacokkong, ribola tudangengmu; teyana mawela.

Arti dari pepatah ini adalah semenjak aku mengenalmu, maka semenjak itu pula engkau akan selalu aku kenal.

Dalam kisah cinta, selalu ada cinta pada pandangan pertama, peribahasa Bugis di atas barangkali menunjukan ini.


Setiap pepatah Bugis yang sudah disebutkan di atas memiliki makna tersendiri. Arti dari pepatah ini juga sangat baik terutama untuk kehidupan. Kemudian jangan heran apabila bebrapa pepatah memiliki kesamaan dengan yang lain, misal sama pepatah batak.

Semoga informasi ini dapat memberikan banyak manfaat untuk Anda.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *