peribahasa dan pepatah melayu yang menggugah
Peribahasa

Peribahasa & Pepatah Melayu

Berkata.net – Selain terkenal dengan adatnya, Melayu juga dikenal memiliki ribuan pepatah yang memiliki makna dalam bagi kehidupan.

Hal tersebutlah yang membuat pepatah Melayu banyak digunakan oleh masyarakat sebagai pedoman hidup ataupun untuk menyindir orang lain.

Pepatah atau nasihat dari Melayu diturunkan dari nenek moyang mereka. Tak heran jika makna yang disampaikan dalam pepatah Melayu sangatlah dalam. Nah, di bawah ini ada beberapa nasihat Melayu yang bermakna bagi kehidupan.

Pepatah Melayu dengan Makna yang Sangat Dalam

pepatah dan peribahasa melayu yang cocok untuk anak muda
Pepatah suku Melayu oleh berkata.net

1. Berusaha Sendiri

Tak kaya oleh emas pembawa, tak gadis oleh kain berselang.

Peribahasa Melayu ini memiliki kemiripan dengan pepatah dari Minang, dimana mengandung arti bahwa untuk bisa mencapai kemuliaan dalam hidup, Anda harus mengusahakannya sendiri dan jangan terlalu bergantung pada orang lain.

Dengan mengandalkan diri sendiri, akan membantu Anda untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan mudah meski jalan yang harus dilewati cukup sulit.

Sedangkan ketika mengalami ketergantungan kepada orang lain, tentu saja nasib kita seakan ada pada orang lain tersebut.

Maka hal ini baiknya diterapkan dari dini mungkin, agar anak-anak kita setidaknya menjadi orang-orang yang mandiri.

2. Perhiasan Dunia

Orang kaya suka dimakan, orang elok (muda) selendang dunia.

Apa arti dari pepatah yang satu ini? Pepatah tersebut memiliki arti bahwa orang kaya selalu dermawan dan orang muda adalah perhiasaan dunia (dipuji-dipuji).

Saat Anda menjadi orang kaya, maka jadilah orang yang dermawan dan selalu membantu sesama.

Saat masih muda, maka manfaatkan waktu sebaik mungkin sebelum waktu tua datang menghampiri anda.

Kaya dan muda adalah sebuah kelebihan dan kesempatan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin.

3. Jangan Mengerjakan Hal Sia-Sia

Orang baru kaya jangan dihutangi, orang lepas nikah jangan ditandangi.

Makna dari peribahasa satu ini ialah jangan mengerjakan sesuatu hal yang sia-sia, karena hal tersebut tidak akan mendatangkan manfaat bagi Anda.

Bahkan, tidak sedikit orang yang mengerjakan sesuatu sia-sia akan mendatangkan keburukan bagi dirinya sendiri.

Dalam sebuah pekerjaan atau kegiatan, ada yang menyebutkan bahwa asas kebermanfaatan hal yang amat penting.

4. Ibu dan Anak

Kalau ibu kaya, anak jadi puteri. Kalau anak kaya, ibu jadi budak.

Sebagian dari Anda pastinya sudah paham dengan pepatah Melayu yang satu ini bukan? Ya, pepatah tersebut menggambarkan tentang perbedaan kasih sayang antara ibu dan anak.

Dimana, kasih sayang ibu sepanjang masa dan tidak bisa digantikan dengan apapun. Namun, kasih sayang seorang anak belum tentu seperti yang dimiliki oleh ibunya sendiri.

Tak heran jika saat ini banyak orang yang durhaka terhadap orang tuanya sendiri. Padahal, ibunya lah yang telah membesarkan dan merawat ia dulu.

Sebagai seorang anak, seharusnya kita menjadi anak yang berbakti kepada oranga tua, dengan cara apapun sebisa mungkin.

Ada banyak peribahasa atau pepatah yang memiliki atri sama dengan ini, kalian bisa temukan dalam beberapa pepatah daerah lain, seperti pepatah Sunda dan pepatah batak.

5. Hemat dan Murah

Hendak kaya berdikit-dikit, hendak tuah bertabur urai, hendak berani berlawan rama.

Peribahasa yang satu ini memiliki arti, hemat itu merupakan titian kaya, murah merupakan titian tuah dan lawan itu mendatangkan keberanian.

Peribahasa di atas mengajarkan kepada kita semua untuk menjadi pribadi yang hemat dan murah.

Namun hemat bukan berarti pelit, hemat memiliki arti yang sangat luas, yaitu mengeluarkan apapun sesuai dengan kebutuhan dan kebermanfaatan.

6. Tipu Muslihat

Sungguh kawat yang dibentuk, ikan ditebat yang diadang

Pepatah satu ini biasanya digunakan untuk menyindir seseorang. Hal tersebut karena pepatah ini memiliki makna sebuah tipu muslihat yang tersembunyi untuk bisa mendatangkan sebuah keuntungan.

Tentu saja, ini merupakan hal yang baik untuk Anda lakukan. Karena, keburukan apapun yang disembunyikan, pastinya akan terbongkar nantinya.

7. Tiadak Ada Kesungguhan

Upama burung tumpang beramai dengan kawan banyak..

Kata bijak Melayu ini memiliki makna tentang seseorang yang tidak bersungguh-sungguh dan menetap hatinya dalam berdagang di negeri orang.

Jika tidak memiliki kesungguhan, bukan termasuk dalam bedagang saja, tentu lebih baik tidak dilakukan. Sebab hanya akan menguras tenaga tanpa ada hasil yang maksimal dari hal tersebut.

Dalam mengerjakan apapun, kesungguhan menjadi sesuatu hal yang utama, bahkan kesungguhan akan terlihat dari niat.

8. Mencari Untung

Kaut laba dengan siku maksud.

Peribahasa Melayu di atas memiliki arti hendak memperoleh untung yang banyak. Memperoleh untuk yang banyak tentu tidaklah jadi persoalan, sepanjang tidak merugikan orang lain.

Jadi masalah, ketika merugikan, atau bahkan secara sengaja membodohi orang laing demi keuntungan diri semata.

9. Hidup Mati Sudah Ada di Tangan Tuhan

Hidup tidak kerana kaul, mati tidak kerana sumpah.

Makna dari nasihat yang disampaikan oleh pepatah tersebut bahwa hidup mati sudah ada di tangan Tuhan.

Tinggal diri Anda sendiri, ingin mati dalam keadaan baik atau dalam keadaan buruk. Oleh karena itu, menjaga hubungan dengan manusia dan Tuhan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh siapa saja.

Dalam menjalani kehidupan, tidak terlepas dari hal tersebut, yaitu hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.

10. Orang yang Bodoh

Tiada akan licin katak puru, jika senantiasa berhujan sekalipun.

Makna dari peribahasa tersebut ialah, orang yang bodoh meskipun ia menggunakan perhiasan tidak akan membuatnya tampak elok.

Ini memberikan pengertian bagi semua orang bahwa, seseorang tidak dilihat dari seberapa cantik atau indah dirinya, namun tentang seberapa banyak ilmu yang ia miliki.

Akan tetapi tidak jarang hal ini malah terbalik, beberapa orang diantaranya lebih senang berhas mempercantik diri, dari pada belajar untuk menjadi pintar.

11. Hal yang Mustahil

Tak akan ada katak beranak ular.

Makna dari pepatah Melayu itu ialah orang yang pengecut (bodoh) tidak akan menjadi orang yang berani.

Oleh sebab itu, dalam mengambil sebuah keputusan dalam hidup dibutuhkan sebuah keberanian serta ilmu yang baik agar setiap keputusan yang Anda ambil tersebut tidak akan membuat Anda menyesal nantinya.

Hal ini sangat berkaitan erat dengan mental dan jiwa kepemimpinan seseorang, untuk menjadi berani membutuhkan proses yang tidak sebentar.

12. Membesarkan Masalah

Laksana katak, sedikit hujan banyak bermain.

Arti dari peribahasa ini ialah orang yang sering membesar-besarkan masalah yang kecil. Tentu tidak sedikit orang yang berlaku demikian.

Entah itu disengaja ataupun tidak, apabila tidak disengaja maka itu tentang kurangnya ilmu dan kebodohan.

Sedangkan apabila disengaja ialah berhubungan dengan akhlak dan sifat seseorang. Biasanya orang yang senang membesa-besarkan masalah cendrung mudah untuk mencela sesuatu.

13. Tidak Beretika

Bagaimana hari tak hujan, katak betung dalam telaga berteriak selalu.

Nasihat Melayu tersebut mempunyai arti tentang seseorang yang selalu datang ke rumah orang lain dengan tidak beretika dan memiliki maksud yang tersembunyi di dalamnya.

Jahat rasanya jika orang bertamu atau datang kerumah orang lain memiliki niatan yang buruk.

14. Tidak Berfaedah

Alim bagai katak tepi air.

Artinya ialah orang yang berilmu akan tetapi tidak mendapatkan faedah dari ilmu yang didapatkannya dari ilmu yang sudah dipelajarinya tersebut.

Alangkah baiknya bagi seseorang yang sudah mendapatkan ilmu, untuk mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain.

Dengan membagi ilmu kepada orang lain, hal tersebut akan membuat Anda menjadi lebih berilmu serta lebih bersahaja.

15. Hal Mustahil

Katak hendak jadi lembu.

Peribahasa ini memiliki arti tentang seseorang yang ingin melakukan sesuatu melebihi kesanggupan yang dimilikinya sendiri dan hendak menyamai hal tersebut dengan orang besar.

Memiliki cita cita dan keinginan tentu tidaklah salah, yang menjadi salah tidak dapat mengukur diri dan enggan untuk belajar.

16. Berkeluh Kesah

Katak ditimpa kemarau.

Pepatah Melayu tersebut memiliki makna tentang berkeluh kesah yang tidak karuan. Justru, jika Anda terus menerus berkeluh kesah, hal tersebut malah membuat Anda tidak bisa bersyukur atas apa yang sudah dimiliki saat ini.

Sebagai manusia yang berilmu dan sudah dibekali akal pikiran oleh Tuhan, mensyukuri segala hal yang dimiliki saat ini jauh lebih baik ketimbang harus berkeluh kesah.

17. Berkhianat

Mengalih kain ke balik rumah, mengalih kata ke hadapan.

Artinya ialah, mengingkari janji secara tiba-tiba. Jadilah orang yang bertanggung jawab dengan memenuhi segala janji yang sudah Anda ucapkan. Dengan begitu, orang akan bisa lebih percaya kepada Anda.

Apabila Anda tidak bisa menepati janji tersebut, lebih baik untuk tidak berjanji sama sekali.

18. Lebih Baik Berbicara

Elok kata dalam mufakat, buruk kata diluar mufakat.

Saat Anda akan melakukan sesuatu, lebih baik bicarakan terlebih dahulu dengan orang yang Anda percaya agar hal tersebut tidak mengundang keburukan atau penyesalan di kemudian hari.


Berbagai macam pepatah Melayu tersebut memiliki makna yang sangat dalam bagi kehidupan Anda.

Oleh karena itu, Anda bisa menjadikan pepatah tersebut sebagai pedoman hidup agar bisa menjadi manusia yang lebih baik. Nah, semoga berbagai macam nasihat Melayu itu bisa memberikan manfaat yang lebih banyak bagi kehidupan Anda.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *